Home > Renungan dan Motivasi > Empati Itu Bukan Mengasihani
Empati Itu Bukan Mengasihani
Saturday, October 13, 2012
Salah satu mimpi besar saya adalah memutus rantai kemiskinan satu juta orang rakyat Indonesia. Dalam upaya mewujudkannya, saya pernah salah melangkah. Pernah suatu ketika saya bertemu sebuah keluarga yang kehidupannya sangat miskin dengan anak-anak yang cerdas. Melihat fakta itu, saya memberikan sumbangan rutin setiap bulan.
Usai pulang mendalami proses pemberdayaan di Philipina tahun 2004 saya tersadar bahwa apa yang saya lakukan itu salah. Karena, ternyata sumbangan rutin yang saya berikan menjadikan kepala rumah tangga keluarga tersebut malas dan tergantung dengan saya. Berempati kepada orang lain dengan cara “mengasihani” seperti itu justru berakibat “menjerumuskan”.
Berempati itu setidaknya memiliki tiga syarat: memahami, memotivasi dan memberdayakan. Makna memahami adalah menyediakan dua telinga kita dengan sangat baik untuk mendengarkan problema yang mereka hadapi. Memperhatikan dengan seksama saat ada orang yang bicara dengan kita. Selain itu, memahami juga bermakna kita berupaya mengetahui semua potensi diri orang itu dengan utuh dan objektif.
Sedangkan memotivasi bermakna, kita harus mampu meyakinkan kepada orang tersebut bahwa ia sanggup menemukan solusi atas semua permasalahan yang ia hadapi. Ia harus kita yakinkan agar aktif mencari solusi, bukan membiarkan mengeluh dan merasa ia menjadi korban.
Sementara memberdayakan itu bila kita mampu menjadikan orang tersebut keluar dari permasalahannya dan bangkit menjadi jauh lebih baik. Orang tesrebut tidak hidup dari belas kasihan orang lain termasuk Anda. Bahkan ia mampu mandiri, berdiri di atas kaki sendiri. Ia mampu menggunakan potensi yang ada di dalam dirinya untuk mengoptimalkan hidupnya.
Jadi, berhati-hatilah saat Anda berempati atas kesulitan orang lain. Salah memberi perlakuan akan membuat hidup orang yang Anda bantu justru terjerumus ke dalam jurang permasalahan yang semakin dalam. Pastikan saat Anda berempati didalamnya terkandung makna memahami, memotivasi, dan memberdayakan. Ayo terus inspirasi Indonesia!
Salam SuksesMulia!
http://www.jamilazzaini.com
Terima kasih anda telah membaca artikel Empati Itu Bukan Mengasihani. Tak lengkap rasanya jika kunjungan anda di blog
Inspirasiku-iq tanpa meninggalkan komentar. Untuk itu silahkan berikan tanggapan anda pada kotak komentar di bawah. Semoga artikel Empati Itu Bukan Mengasihani ini bermanfaat untuk anda.

Artikel Terkait :
Renungan dan Motivasi
- Jadi Pemimpin Hebat? Bukan Hanya IQ Tapi EQ
- Kata Kata Motivasi Terbaru Pelajaran dari Sebuah Jam
- Ketika Kebakaran Jadi Tanda Keselamatan
- Kisah Tukang Cukur yang Mempertanyakan Adanya Tuhan
- Man Jadda Wa Jada (barangsiapa yang bersungguh-sungguh, maka pasti akan berhasil)
- Bergunalah Sepanjang Usia Seperti Pisang
- Bahaya Tidur Di pagi hari
- Manfaat Sujud Dalam Sholat bagi Kesehatan
- Jika Si Kecil Berantem
- generasi-generasi hebat dari rumah Anda
- Makna hidup ini seperti jam dinding
- aku ingin anakku menirumu
- ananda sayang
- Untuk mu Ukhti Yang Akan Menikah
- KEBENARAN YANG SEGERA TERUNGKAP
- Sifat Durian
- Inilah Jawaban Dari Teka Teki Imam Ghozali
- Tiga Kewajiban Orang Tua
- Perjuangan Hebat Perempuan Pemecah Batu
- Kebenaran Islam tentang jantung manusia yang ditulis oleh al-Qur'an
- Kisah Inspiratif Untuk Para Calon-Istri
- SADARLAH BAHWA ALLAH-LAH YANG MENGATUR SEGALA SESUATU DALAM SETIAP DETAIL NYA
- mencontoh semut
- do'a hilang setelah cobaan pergi
Widget by [ inspirasiku-iq ]
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 comments:
Post a Comment